Pemikiran
Kehidupan #1
Tentang proses. Mungkin kita semua pernah merasa kalau semua usaha yang kita lakukan terkesan sia-sia atau berpikir kerja keras yang kita lakukan terkesan hanya menghabiskan tenaga. Saya pun pernah berpikir demikian. Kemudian untuk mengatasi hal ini kita pasti pernah mendengar atau membaca kalimat: "proses setiap orang itu beda-beda". Saya juga setuju dengan kalimat ini. Tapi pada kenyataannya masih banyak orang yang meremehkan usaha yang telah kita lakukan, bukan ? Lantas, kenapa hal ini bisa terjadi ? Jawabannya karena perkembangan teknologi.
Perkembangan teknologi telah banyak mempengaruhi kehidupan manusia. Teknologi terus berkembang, mulai yang pada awalnya hanya digunakan sebagai bantu kehidupan dan alat yang mempermudah kehidupan manusia hingga dewasa ini yang mana teknologi telah menyatu dengan kehidupan manusia sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan. Saking canggihnya perkembangan teknologi, banyak kegiatan sehari-hari yang kita lakukan secara manual sekarang dapat dilakukan secara otomatis tanpa memperhatikan batasan jarak dan waktu. Lalu apa hubungannya dengan rasa penghargaan manusia terhadap proses ?
Teknologi bertujuan mempermudah kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang didorong oleh arus globalisasi membuat arusnya semakin kencang yang otomatis secara tidak langsung juga membuat kehidupan manusia semakin mudah karena teknologi itu sendiri telah menyatu dalam kehidupan manusia. Maka posisi teknologi tidak lagi hanya menjadi alat bantu tetapi berubah menjadi bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Karena kecanggihan teknologi yang dapat memproses suatu tugas dengan cepat maka peran teknologi sebagai bagian dari kehidupan juga mendorong arus kehidupan manusia menjadi lebih cepat.
Arus kehidupan yang cepat inilah yang memaksa manusia untuk dapat berproses secara cepat pula hingga pada dewasa ini saking mudahnya segala sesuatu, kita mulai tidak peduli lagi dengan proses dan hanya mengharapkan hasil. Banyak orang mudah terlena dan tergiur dengan hasil yang luar biasa tanpa memikirkan proses yang harus dijalani untuk mendapatkan hasil yang luar biasa tersebut. Sehingga terciptalah yang namanya masyarakat instan.
Dalam beberapa sumber yang saya baca dan dengar, istilah masyarakat instan ini lebih sering disebut sebagai generasi instan karena adanya stereotip bahwa kebanyakan bagian dari kumpulan manusia yang haus akan kemudahan ini diisi oleh kaum muda sebagai sebuah generasi baru. Namun saya tidak setuju dengan pendapat ini. Karena generasi muda terbentuk dari generasi sebelumnya yang berkembang biak dan secara tidak langsung kepribadian serta sikap yang terbentuk dalam diri generasi muda didapatkan dari proses pembelajaran baik secara akademik maupun non-akademik dari generasi sebelumnya. Lantas kenapa hanya generasi muda yang disalahkan dan dicitrakan sebagai penyebab yang menciptakan budaya instan tersebut ? Oleh karena itu saya lebih condong menggunakan istilah masyarakat instan. Alasan lainnya karena generasi muda juga bagian dari masyarakat.
Kembali ke pembahasan mengapa teknologi dapat menyebabkan masyarakat instan ini muncul. Kita pasti menyadari bahwa sejak kemunculan teknologi kehidupan manusia terus berubah dan turut mempengaruhi kegiatan yang terjadi di dalam masyarakat. Contoh mudahnya seperti yang terjadi pada masa sekarang ini, pada masa sebelumnya jika kita ingin berbelanja maka kita akan pergi ke pasar atau ke supermarket namun pada masa modern ini kita dapat berbelanja menggunakan internet dan membayarnya pun juga dari internet. Maka dapat kita sadari bahwa terdapat hubungan timbal balik antara manusia, teknologi, dan budaya.
Dalam kajian media budaya, disebutkan bahwa media yang dalam hal ini merupakan teknologi ikut mempengaruhi dan membentuk budaya dalam kehidupan manusia. Kita semua tahu bahwa manusia hidup berdasarkan budaya yang dibentuk di lingkungan sehingga dapat dipahami jika manusia juga mempengaruhi budaya dan budaya dipengaruhi oleh manusia. Di sisi lain manusia juga dipengaruhi oleh teknologi yang mempengaruhi budaya. Dari sinilah dapat kita lihat bahwa manusia, teknologi, dan budaya saling mempengaruhi dan dipengaruhi antara satu sama lain. Dan salah satu akibatnya adalah masyarakat instan ini.
Masyarakat instan pada dasarnya bukanlah sesuatu yang buruk, sebab dengan adanya pemikiran instan manusia terus berusaha untuk mempermudah kehidupannya sehingga menciptakan pemikiran baru yang tentu saja berpotensi menjadi cikal bakal terlahirnya sebuah inovasi. Namun jika dibiarkan begitu saja tanpa diarahkan dengan baik maka akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Karena jika dikaitkan, fenomena masyarakat instan ini dapat menjadi faktor utama kekacauan dan kerusakan besar dalam kehidupan sosial masyarakat yang dapat mempengaruhi sektor kehidupan lainnya. Karena hidup berjalan dengan hukum sebab-akibat, tindakan kecil yang kita lakukan bisa saja mengakibatkan masalah besar di kemudian hari. Contohnya seperti kasus investasi bodong dan judi online. Menurut saya hal ini terjadi karena adanya masyarakat instan ini sendiri, banyak masyarakat yang terjebak dalam janji manis dengan waktu singkat seperti investasi bodong dan judi online yang menawarkan keuntungan besar hanya dalam waktu hitungan hari.
Oleh karena itu alangkah lebih baiknya jika kita tidak menerima secara penuh pengaruh yang dihantarkan teknologi ke dalam kehidupan kita. Memang tidak dapat kita pungkiri jika teknologi telah mempengaruhi kehidupan kita dan akan sangat sulit untuk dipisahkan. Namun, manfaat jadi teknologi yang ditujukan untuk mempermudah kehidupan manusia ini dapat kita manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas hidup kita, tak hanya sebatas finansial tetapi juga dalam karakter dan moral. Cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan memperbanyak literasi digital dan teknologi serta terus mempertajam pemikiran sehingga terlatih menjadi individu kritis yang tidak menerima informasi dan apapun secara mentah atau setengah-setengah.
Komentar
Posting Komentar